#bermaindirumah

#DiRumahAja, Saatnya Bermain Board Game Bersama Keluarga

Diterbitkan oleh : administrator  -  18/04/2020 08:18 WIB

20 Menit baca.

Tumbuh kembang anak sangat dipengaruhi dari waktu yang dihabiskannya bersama keluarga dan orang-orang di sekitarnya, termasuk orang tua mereka sendiri. Sayangnya, beberapa orang tua mungkin susah mencari momen untuk bisa menghabiskan waktu bersama anak-anaknya.

Apalagi di zaman serba canggih seperti sekarang ini, keberadaan gawai dapat mengalihkan perhatian orang tua kepada anaknya. Ini yang seharusnya dikurangi.

Untungnya belakangan ini banyak suara dari masyarakat yang ingin menggalakkan Gerakan 1821. Apa sih Gerakan 1821 ini?

Gerakan 1821 adalah sebuah anjuran yang dicetuskan oleh Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari, Direktur Auladi Parenting School, di mana orang tua sebaiknya menyingkirkan gawai dan benda-benda elektronik lainnya dari pukul 18:00 sampai 21:00. Lantas, apa yang dilakukan orang tua selama tiga jam itu? Di sini Ayah dan Bunda dihimbau untuk menghabiskan waktu bersama putra-putri mereka.

Apa saja bisa coba dilakukan, bisa membantu anak mengerjakan PR, melakukan proyek DIY, atau bermain. Malam-malam begitu, bisa main apa? Kan tidak boleh menggunakan benda elektronik? Nah! beruntungnya Indonesia sudah banyak muncul board game lokal.

Kenapa board game?
Dikutip dariartikel Boardgame.id beberapa waktu lalu, pak Gunawan Thamrin, seorang Ayah yang merasakan betul manfaat board game setelah mereka sekeluarga bermain bersama.

“Saat bermain (board game) kita bersosialisasi, membangun kepercayaan dirinya, membangun jiwa kompetitifnya, melatih sportifitasnya, mengajarkan timing dan target ke dia, dan terutama punya quality time antara father and son, dan memang itu yang kita harapkan,” tutur Gunawan.

Ya! Board game memang kental dengan interaksi dan komunikasi antar pemain. Lewat board game, orang tua juga bisa mencoba mengusulkan bahasan diskusi tertentu. Bisa juga untuk belajar bersama. Board game juga bisa menjadi salah satu solusi untuk mengurangi kecanduan gadget maupun game online pada anak.

Budaya bermain ini sebenarnya sudah lama diterapkan di negara Jerman yang tingkat teknologinya lebih maju dibanding Indonesia. Mereka menyebut Gerakan 1821 ini sebagai Spielabend atau malam bermain. Seperti namanya, setelah makan malam orang tua membereskan meja makan, mengesampingkan gawai mereka dan kemudian meletakkan sekotak board game di atas meja untuk dimainkan bersama.

Bersama Keluarga
Ngumpul sekeluarga buat main bareng. Budaya malam bermain di Jerman masih tetap terjaga sampai sekarang. Inilah salah satu alasan mengapa Jerman dijuluki sebagai kiblat board game dunia. Sebab, semua masyarakatnya hampir setiap malam tertentu selalu meluangkan waktunya bersama keluarga. Orang tua dan anak atau bahkan bersama kakek-neneknya bermain board game bersama.

Mumpung sekarang ada himbauan untuk #dirumahaja, seharusnya ini jadi kesempatan untuk para orang tua yang mungkin diharuskan bekerja di rumah menjadi punya banyak waktu bersama keluarga dan putra-putrinya. Coba mulai manfaatkan momen yang ada untuk bangun quality time dengan bermain board game bersama dan rasakan sendiri khasiatnya.

Belum pernah main board game sebelumnya? Yuk, coba mulai dulu dengan bermain board game Indonesia. Bermaindirumah.com menyediakan board game gratis yang bisa kalian unduh dan cetak sendiri. Semua board game yang disediakan gratis untuk kalian dan keluarga. Manfaatkan kesempatan ini untuk mengenalkan board game kepada keluarga dan membantu pemerintah dalam gerakan #DiRumahAja.

Artikel oleh: Isa Akbar

Artikel Asli